Jumat, 04 Maret 2016

KISI-KISI UTS GENAP IPS & PKN T.P 2015/2016

KISI-KISI UTS GENAP IPS T.P 2015/2016

BAB V
1.       KEADAAN PENDUDUK INDONESIA
a.       Kepadatan penduduk tiap provinsi di Indonesia
b.      Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin
c.       Komposisi penduduk berdasarkan pendidikan
d.      Komposisi penduduk berdasarkan bidang usaha
2.       AKTIVITAS PEMANFAATAN SDA
a.       Aktivitas pertanian
b.      Aktivitas perkebunan
c.       Aktivitas perikanan
d.      Aktivitas pertambangan
e.      Aktivitas kehutanan
3.       MOBILITAS PENDUDUK
a.       Macam-macam mobilitas penduduk
-          Mobilitas permanen
-          Mobilitas non permanen

BAB VI
1.       LEMBAGA SOSIAL
a.       Fungsi lembaga keluarga
b.      Fungsi lembaga pendidikan
2.       Macam-macam lembaga budaya
3.       Macam-macam lembaga ekonomi (Koperasi, BUMN, BUMS)
4.       Macam-macam lembaga politik (Lembaga legislative, eksekutif dan yudikatif)


KISI-KISI UTS GENAP PKN T.P 2015/2016
BAB V
1.       Hakikat dan makna proklamasi
2.       Tujuan NKRI
3.       Sikap positif warga Negara dalam mempertahankan NKRI
4.       Peran daerah dalam mempertahankan NKRI
BAB VI
1.       Pengertian keragaman
2.       Factor penyebab keragaman bangsa Indonesia  
3.       Macam-macam keragaman bangsa Indonesia
a.       Suku bangsa
b.      Budaya
-          Bahasa
-          Rumah adat
-          Adat istiadat
-          Kesenian




Kamis, 25 Februari 2016

TUGAS PKN LEVEL 7 (Liburan Latunas)

Buatlah laporan/artikel tentang keragaman budaya Indonesia !
Ketentuan :

  1. Setiap siswa mencari artikel di internet tentang keragaman budaya sesuai dengan provinsi yang sudah ditentukan (lihat pembagian provinsi pada halaman paling bawah) 
  2. Laporan tidak perlu di beri COVER dan menggunakan kertas F4 (panjang kertas 33 cm) dan hanya di staples bagian pojok laporan.
  3. Hal-hal yang perlu dicantumkan :
  • Suku yang ada di provinsi tersebut
  • Bahasa daerah yang digunakan
  • Upacara adat setempat
  • Seni Tari yang ada di propinsi tersebut
  • Alat musik
  • Lagu daerah
  • Rumah adat 
  • Makanan Khas
  • Nama Pakaian Adat
     Pembagian provinsi Kelas 7 Al Farabi :

Agam Putra Pamungkas 1. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam 
Alvin Widya Maulana 2. Provinsi Sumatera Utara 
Ardian Luqman Adichandra 3. Provinsi Sumatera Barat 
Bagas Priyanggono 4. Provinsi Riau (Daratan) 
Bilfaqh Mahakam 5. Provinsi Kepulauan Riau 
Faishal Luthfiansyah 6. Provinsi Jambi 
Faiz Adib Bafana 7. Provinsi Sumatera Selatan 
Fajar Nur Cahyo 8. Provinsi Bangka Belitung 
Fresa Abdilla Rachman 9. Provinsi Bengkulu 
Garda Muhammad Faqih  10. Provinsi Lampung 
Ghazy Fawwaz Sunindito 11. Provinsi DKI Jakarta 
Gilang Wisnu Harsono 12. Provinsi Jawa Barat 
Ilham Ahmad Ramadhani 13. Provinsi Banten 
M. Rasyid Maulana  14. Provinsi Jawa Tengah 
Miqdam Wahyu Mulyana 15. Provinsi DI Yogyakarta 
Mochamad Farrel Firdansyah 16. Provinsi Jawa Timur 
Muhamad Robin Setyawan  17. Provinsi Bali 
Muhammad  Arfi Ramanda 18. Provinsi Nusa Tenggara Barat 
Muhammad Abiyu Nuryadewa 19. Provinsi Nusa Tenggara Timur 
Muhammad Akmal Perdana  20. Provinsi Kalimantan Barat 
Muhammad Fachrizal  21. Provinsi Kalimantan Tengah 
Muhammad Fauzan Habibi 22. Provinsi Kalimantan Selatan 
Muhammad Naufal Nabil Aufa 23. Provinsi Kalimantan Timur 
Muhammad Rizqi Aghnian  24. Provinsi Kalimantan Utara 
Nadhif Mauliddino Rizky 25. Provinsi Sulawesi Utara 
Naufal Rahman Hakim 26. Provinsi Sulawesi Barat 
Rafi Ahnaf Abu Bakar 27. Provinsi Sulawesi Tengah 
Rafi Edris Putra 28. Provinsi Sulawesi Tenggara 
Rakha Ars Raihanichi Putra  29. Provinsi Sulawesi Selatan 
Rendy Eka Saputra 30. Provinsi Gorontalo 
Rivaldi Noor Roofiif Dita 31. Provinsi Maluku 
Rohmat Andri Saputra 32. Provinsi Maluku Utara 
Tarangghana Jauhar 33. Provinsi Papua Barat 
Zein Salmansyah Rijal Pratama 34.Provinsi Papua 
Rafi Al Ghofar 35. Provinsi Aceh


Pembagian provinsi Kelas 7 Shofiyah:
Adifa Aulia Aska 1. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam 
Aisyah Yulita Wahyu Putri 2. Provinsi Sumatera Utara 
Aleyda Salsa Sabilla Wati 3. Provinsi Sumatera Barat 
Alifah Inas Nur Azizah 4. Provinsi Riau (Daratan) 
Alya Rizqi Aprilia 5. Provinsi Kepulauan Riau 
Anniva Prabandari 6. Provinsi Jambi 
Dela Rabbani Auliyaa 7. Provinsi Sumatera Selatan 
Dhia Fajrani Jiwasejati Budhi 8. Provinsi Bangka Belitung 
Elinda Kurnia Agilita 9. Provinsi Bengkulu 
Emilia Kurnia Dewi 10. Provinsi Lampung 
Ika Nursyahbani Kiranasari 11. Provinsi DKI Jakarta 
Jean Latifa Najla K 12. Provinsi Jawa Barat 
Laila Nur Khasanah 13. Provinsi Banten 
Lintang Atikasari Firsanudin 14. Provinsi Jawa Tengah 
Mahadewi Antika Salsabila 15. Provinsi DI Yogyakarta 
Marva Indrasari 16. Provinsi Jawa Timur 
Nabila Apriyanto 17. Provinsi Bali 
Nabilla Fathiyannisa Nisrina 18. Provinsi Nusa Tenggara Barat 
Nadia Maharani Wisnuputri 19. Provinsi Nusa Tenggara Timur 
Nur Khofifah Risa Putri 20. Provinsi Kalimantan Barat 
Rafida Aviola Hana' Fauziya 21. Provinsi Kalimantan Tengah 
Safira Badzlin 22. Provinsi Kalimantan Selatan 
Shafa Nabiilah Mulla Shadra 23. Provinsi Kalimantan Timur 
Tsaabita Ronaa Atsiila  24. Provinsi Kalimantan Utara 
Zahro Isna Fauziyah 25. Provinsi Sulawesi Utara 


Pembagian provinsi Kelas 7 Asy Syifa:
Afiqah Alya Nur Sabrina 1. Provinsi Sulawesi Barat 
Alfiyah Intan Nurani NBA 2. Provinsi Sulawesi Tengah 
Annisa Ayu Setyowati 3. Provinsi Sulawesi Tenggara 
Ayu Cahya Fitrisyani 4. Provinsi Sulawesi Selatan 
Belva Khansa Iftinan 5. Provinsi Gorontalo 
Brilian Salma Novalinda 6. Provinsi Maluku 
Clarissa Anggraini 7. Provinsi Maluku Utara 
Dela Amanda 8. Provinsi Papua Barat 
Esa Shaffata Rizqi Anggita 9. Provinsi Papua 
Evita Ayu Septiyaningrum 10. Provinsi Aceh
Fadhila Zaharani 11. Provinsi DKI Jakarta 


Giatri 13. Provinsi Banten 
Hanida Nur Amalia 14. Provinsi Jawa Tengah 
Hanifa Queen 15. Provinsi DI Yogyakarta 
Hazima Salsabila Arifin 16. Provinsi Jawa Timur 
Inggrid Rimadona Jamaludin 17. Provinsi Bali 
Mariah Salsabila Setiadi 18. Provinsi Nusa Tenggara Barat 
Marsa Habiba Rahadatul 'Aisy 19. Provinsi Nusa Tenggara Timur 
Nabila Putri Rihan 20. Provinsi Kalimantan Barat 
Naura Calista Adhianto 21. Provinsi Kalimantan Tengah 
Renita Nur Ramadhani 22. Provinsi Kalimantan Selatan 
Selvyana Putri 23. Provinsi Kalimantan Timur 
Ulya Faiza Husna 24. Provinsi Kalimantan Utara 
Khairunisa 25. Provinsi Sulawesi Utara 


Pembagian Provinsi Kelas 7 Khadijah :
Adinda Chintya Dewi 1. Provinsi DKI Jakarta 
Alvina Berta Raisah 2. Provinsi Jawa Barat 
Azizah Nafabilla Setiawan 3. Provinsi Banten 
Elfiana Fitri Aminingsih 4. Provinsi Jawa Tengah 
Fahrunisa Lathifah Tiara Dewi 5. Provinsi DI Yogyakarta 
Galuh 6. Provinsi Jawa Timur 
Heigy Averosa Fitriani Bakri 7. Provinsi Bali 
Isnaeni Azka Widyaningsih 8. Provinsi Nusa Tenggara Barat 
Jelita Azzahra Putri 9. Provinsi Nusa Tenggara Timur 
Juwita Ayu Widiawati 10. Provinsi Kalimantan Barat 
Kania Nurfaizah Putri Purnomo 11. Provinsi Kalimantan Tengah 
Khoiru Nisa Tri Wulandari 12. Provinsi Kalimantan Selatan 
Lutfiyah Dhia Soraya Azizah 13. Provinsi Kalimantan Timur 
Maula Alsasya Azahra Putri 14. Provinsi Kalimantan Utara 
Muktamiroh Tsania Al-Haritsah 15. Provinsi Sulawesi Utara 
Nadiya Syafiah Mufida 16. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam 
Najmah Nurkamilah 17. Provinsi Sumatera Utara 
Rashiva Lisya Maghfira 18. Provinsi Sumatera Barat 
Safiratul Jannah 19. Provinsi Riau (Daratan) 
Salwa Andrila Amiludina 20. Provinsi Kepulauan Riau 
Saraswati 21. Provinsi Jambi 
Talitha Fatihah Rachma Wardhana 22. Provinsi Sumatera Selatan 
Utpala Dewi Prama Putri 23. Provinsi Bangka Belitung 
Vania Sefiana Sari 24. Provinsi Bengkulu 
Zahrah Afifah 25. Provinsi Lampung 

Selasa, 05 Januari 2016

ANTROPHOSFER (KEADAAN PENDUDUK)

A.    Komposisi Penduduk
1.      Fungsi Komposisi Penduduk berdasarkan umur dan Jenis Kelamin
a.       Untuk dasar perencanaan pembangunan
b.      Untuk memperkirakan lapangan kerja yang dibutuhkan
c.       Untuk memperkirakan jumlah kelahiran pada tahun yang akan datang.
d.      Untuk menghitung rasio jenis kelamin (sex ratio)
     
Jika hasilnya > 100 maka jumlah penduduk laki-laki lebih besar
Jika hasilnya < 100 maka jumlah penduduk perempuan lebih besar
Jika hasilnya = 100 maka jumlah penduduk laki-laki dan perempuan seimbang
e.       Untuk menghitung angka beban ketergantungan (dependency ratio)
      Dalam komposisi penduduk menurut umur, penduduk dibagi menjadi 3 yaitu :
1)      kelompok umur muda (≤ 14 tahun) ------à usia tidak produktif
2)      kelompok umur dewasa (15-64 tahun) -----à Usia produktif
3)      kelompok umur tua (≥ 65 tahun) -------à usia tidak produktif
f.       Untuk menggambar piramida penduduk
      Bentuk Piramida Penduduk :
1)      Berbentuk segitiga (negara berkembang)
Menggambarkan sebagian besar penduduknya berada pada kelompok umur muda atau berciri ekspansif. Contoh : Indonesia
2)      Bentuk sarang tawon (negara maju)
Bercirikan konstruktif yaitu tingkat kelahiran dan kematian yang rendah. Contoh eropa
3)      Bentuk segiempat (negara statis)
Angka kelahiran rendah atau bersifat statis. Contoh : Jepang, Singapura.

B.     Pertumbuhan penduduk
      Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah tingkat kelahiran, kematian     dan      migrasi penduduk.
1.Tingkat Kelahiran
a.       CBR (Crude Birth Rate) : Angka kelahiran kasar yaitu penentuan kelahiran bayi tanpa memandang golongan dan umur.
                  
Keterangan :
B : Jml kelahiran selama 1 tahun
P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K : Konstan 1000

b.      GFR (Growth Fertility Rate) : Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 penduduk wanita usia produktif dalam 1 tahun.

     

c.       ASFR (Age Spesific Fertility Rate) : Angka kelahiran menurut kelompok umur.  

 
Keterangan :
ASFR : Angka kelahiran menurut kelompok umur X tahun
Bx : jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur X tahun selama setahun
Px : Jumlah penduduk wanita kelompok umur X tahun

2.Tingkat Kematian
a.       CDR (Crude death rate atau angka kematian kasar) : Menunjukkan jumlah orang yang mati dalam setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah.

     
      Keterangan :
      CDR : angka kematian kasar
      D : Jumlah kemtian dalam setahun
      P : Jumlah penduduk
     
      Catatan :
1)      Angka kematian kasar negara berkembang
CDR > 20 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar tinggi
CDR 10- 20 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar sedang
CDR < 10 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar rendah
2)      Angka kematian kasar negara maju
CDR > 18 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar tinggi
CDR 14-180 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar sedang
CDR < 14 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar rendah

b.      IMR (Infant Mortality Rate atau Angka kematian bayi) : : Angka kematian bayi setiap 1.000 kelahiran.

           
            Keterangan ;
            IMR : angka kematian bayi
            D0 : Jumlah kematian bayi yang berumur < 1 tahun
            B : jumlah kelahiran pertahun
           
            Catatan:
-          IMR < 35 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi rendah
-          IMR 35 -75 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi sedang
-          IMR 75 -125 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi tinggi
-          IMR > 125 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi sangat tinggi

c.       ASDR (Age Spesific date rate atau angka kematian khusus) : Menunjukkan jumlah kematian penduduk usia tertentu dari setiap 1.000 jiwa penduduk dalam satu tahun.      
     
      Keterangan :
      ASDR : Angka kematian kelompok umue X tahun
      Dx : Jumlah kematian  kelompok umur X tahun
      Px : Jumlah penduduk yang termasuk dalam kelompok umur X tahun

3.Migrasi
Jenis Migrasi :
a.      Migrasi Internasional (Migrasi Ekstern)
-          Imigrasi
-          Emigrasi
-          Remigrasi
b.      Migrasi Nasional (Migrasi Intern)
-          Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk yang diprakarsai dan diselenggarakan oleh pemerintah dari daerah yang padat pendudutnya ke daerah yang jarang penduduk.. Jenis transmigrasi :
1)      Transmigrasi umum merupakan transmigrasi yang dibiayai pemerintah mulai dari daerah asal sampai ke tujuan.
2)      Transmigrasi Spontan : transmigrasi yang dilakukan penduduk atas biaya, kesadaran, dan kemauan sendiri.
3)      Transmigrasi Sektoral : Biaya ditanggung bersama antara pemerintah asal transmigran dan pemerintah yang dituju transmigan.
4)      Transmigrasi Swakarsa : Seluruh biaya ditanggung transmigran.
-          Urbanisasi
-          Jenis-jenis Migrasi lain
1)      Ruralisasi : kembalinya pelaku urbanisasi ke daerah asal.
2)      Forensen : penglaju yaitu orang bekerja di kota tapi tinggal didesa.
3)      Turisme : orang yang pergi ke tempat wisata
4)      Week End : perginya orang-orang kota untuk mencari tempat yang udaranya sejuk ke luar kota di akhir minggu.
5)      Evakuasi : pindahnya penduduk karena gangguan alam.

C.    Menghitung Pertumbuhan penduduk
1.      Pertumbuhan penduduk alami ( selisih antara kelahiran dan kematian)
2.      Pertumbuhan penduduk total
           
            Keterangan :
Pt : Pertumbuhan penduduk total
L : angka kelahiran dalam 1 tahun
M : angka kem,atian dalam 1 tahun
I : penduduk yang masuk (imigrasi)
E : penduduk yang keluar (emigrasi)
3.      Proyeksi penduduk

           
Keterangan :
Pn : jumlah penduduk setelah n tahun ke depan
Po : jumlah penduduk pada awal tahun
R : angka pertumbuhan pewnduduk
n : jangka waktu dalam tahun

D.    Dampak dinamika penduduk
1. Pertumbuhan penduduk yang tinggi :
a.       peningkatan pengangguran
b.      Meningkatnya kemiskinan
c.       Penurunan tingkat kesehatan
d.      Menurunnya tingkat pendidikan
e.       penurunan kesejahteraan
f.       peningkatan kebutuhan pangan dan tempat tinggal

2.      Mobilitas penduduk
Dampak positif :
a.       Daerah yang ditinggalkan : Berkurangnya jumlah penduduk, Berkurangnya jumlah pengangguran.
b.      Daerah yang dituju : Jumlah tyenaga kerja meningkat, Terjadinya akulturasi budaya

Dampak Negatif :
a.       Daerah yang ditinggalkan : Berkurangnya jumlah tenaga kerja muda dan penggerak pembangunan, stabilitas keamanan menurun, Berkurangnya tenaga penggarap sawah.

b.      Daerah yang dituju : terjadinya kenaikan kepadatan penduduk, kepadatan lalu lintas emningkat, munculnya permukiman kumuh dan pedagang kaki lima, berkurangnya lapangan pekerjaan.