Selasa, 05 Januari 2016

ANTROPHOSFER (KEADAAN PENDUDUK)

A.    Komposisi Penduduk
1.      Fungsi Komposisi Penduduk berdasarkan umur dan Jenis Kelamin
a.       Untuk dasar perencanaan pembangunan
b.      Untuk memperkirakan lapangan kerja yang dibutuhkan
c.       Untuk memperkirakan jumlah kelahiran pada tahun yang akan datang.
d.      Untuk menghitung rasio jenis kelamin (sex ratio)
     
Jika hasilnya > 100 maka jumlah penduduk laki-laki lebih besar
Jika hasilnya < 100 maka jumlah penduduk perempuan lebih besar
Jika hasilnya = 100 maka jumlah penduduk laki-laki dan perempuan seimbang
e.       Untuk menghitung angka beban ketergantungan (dependency ratio)
      Dalam komposisi penduduk menurut umur, penduduk dibagi menjadi 3 yaitu :
1)      kelompok umur muda (≤ 14 tahun) ------à usia tidak produktif
2)      kelompok umur dewasa (15-64 tahun) -----à Usia produktif
3)      kelompok umur tua (≥ 65 tahun) -------à usia tidak produktif
f.       Untuk menggambar piramida penduduk
      Bentuk Piramida Penduduk :
1)      Berbentuk segitiga (negara berkembang)
Menggambarkan sebagian besar penduduknya berada pada kelompok umur muda atau berciri ekspansif. Contoh : Indonesia
2)      Bentuk sarang tawon (negara maju)
Bercirikan konstruktif yaitu tingkat kelahiran dan kematian yang rendah. Contoh eropa
3)      Bentuk segiempat (negara statis)
Angka kelahiran rendah atau bersifat statis. Contoh : Jepang, Singapura.

B.     Pertumbuhan penduduk
      Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah tingkat kelahiran, kematian     dan      migrasi penduduk.
1.Tingkat Kelahiran
a.       CBR (Crude Birth Rate) : Angka kelahiran kasar yaitu penentuan kelahiran bayi tanpa memandang golongan dan umur.
                  
Keterangan :
B : Jml kelahiran selama 1 tahun
P : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K : Konstan 1000

b.      GFR (Growth Fertility Rate) : Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 penduduk wanita usia produktif dalam 1 tahun.

     

c.       ASFR (Age Spesific Fertility Rate) : Angka kelahiran menurut kelompok umur.  

 
Keterangan :
ASFR : Angka kelahiran menurut kelompok umur X tahun
Bx : jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur X tahun selama setahun
Px : Jumlah penduduk wanita kelompok umur X tahun

2.Tingkat Kematian
a.       CDR (Crude death rate atau angka kematian kasar) : Menunjukkan jumlah orang yang mati dalam setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah.

     
      Keterangan :
      CDR : angka kematian kasar
      D : Jumlah kemtian dalam setahun
      P : Jumlah penduduk
     
      Catatan :
1)      Angka kematian kasar negara berkembang
CDR > 20 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar tinggi
CDR 10- 20 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar sedang
CDR < 10 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar rendah
2)      Angka kematian kasar negara maju
CDR > 18 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar tinggi
CDR 14-180 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar sedang
CDR < 14 jiwa per 1.000 penduduk berarti angka kematian kasar rendah

b.      IMR (Infant Mortality Rate atau Angka kematian bayi) : : Angka kematian bayi setiap 1.000 kelahiran.

           
            Keterangan ;
            IMR : angka kematian bayi
            D0 : Jumlah kematian bayi yang berumur < 1 tahun
            B : jumlah kelahiran pertahun
           
            Catatan:
-          IMR < 35 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi rendah
-          IMR 35 -75 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi sedang
-          IMR 75 -125 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi tinggi
-          IMR > 125 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi sangat tinggi

c.       ASDR (Age Spesific date rate atau angka kematian khusus) : Menunjukkan jumlah kematian penduduk usia tertentu dari setiap 1.000 jiwa penduduk dalam satu tahun.      
     
      Keterangan :
      ASDR : Angka kematian kelompok umue X tahun
      Dx : Jumlah kematian  kelompok umur X tahun
      Px : Jumlah penduduk yang termasuk dalam kelompok umur X tahun

3.Migrasi
Jenis Migrasi :
a.      Migrasi Internasional (Migrasi Ekstern)
-          Imigrasi
-          Emigrasi
-          Remigrasi
b.      Migrasi Nasional (Migrasi Intern)
-          Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk yang diprakarsai dan diselenggarakan oleh pemerintah dari daerah yang padat pendudutnya ke daerah yang jarang penduduk.. Jenis transmigrasi :
1)      Transmigrasi umum merupakan transmigrasi yang dibiayai pemerintah mulai dari daerah asal sampai ke tujuan.
2)      Transmigrasi Spontan : transmigrasi yang dilakukan penduduk atas biaya, kesadaran, dan kemauan sendiri.
3)      Transmigrasi Sektoral : Biaya ditanggung bersama antara pemerintah asal transmigran dan pemerintah yang dituju transmigan.
4)      Transmigrasi Swakarsa : Seluruh biaya ditanggung transmigran.
-          Urbanisasi
-          Jenis-jenis Migrasi lain
1)      Ruralisasi : kembalinya pelaku urbanisasi ke daerah asal.
2)      Forensen : penglaju yaitu orang bekerja di kota tapi tinggal didesa.
3)      Turisme : orang yang pergi ke tempat wisata
4)      Week End : perginya orang-orang kota untuk mencari tempat yang udaranya sejuk ke luar kota di akhir minggu.
5)      Evakuasi : pindahnya penduduk karena gangguan alam.

C.    Menghitung Pertumbuhan penduduk
1.      Pertumbuhan penduduk alami ( selisih antara kelahiran dan kematian)
2.      Pertumbuhan penduduk total
           
            Keterangan :
Pt : Pertumbuhan penduduk total
L : angka kelahiran dalam 1 tahun
M : angka kem,atian dalam 1 tahun
I : penduduk yang masuk (imigrasi)
E : penduduk yang keluar (emigrasi)
3.      Proyeksi penduduk

           
Keterangan :
Pn : jumlah penduduk setelah n tahun ke depan
Po : jumlah penduduk pada awal tahun
R : angka pertumbuhan pewnduduk
n : jangka waktu dalam tahun

D.    Dampak dinamika penduduk
1. Pertumbuhan penduduk yang tinggi :
a.       peningkatan pengangguran
b.      Meningkatnya kemiskinan
c.       Penurunan tingkat kesehatan
d.      Menurunnya tingkat pendidikan
e.       penurunan kesejahteraan
f.       peningkatan kebutuhan pangan dan tempat tinggal

2.      Mobilitas penduduk
Dampak positif :
a.       Daerah yang ditinggalkan : Berkurangnya jumlah penduduk, Berkurangnya jumlah pengangguran.
b.      Daerah yang dituju : Jumlah tyenaga kerja meningkat, Terjadinya akulturasi budaya

Dampak Negatif :
a.       Daerah yang ditinggalkan : Berkurangnya jumlah tenaga kerja muda dan penggerak pembangunan, stabilitas keamanan menurun, Berkurangnya tenaga penggarap sawah.

b.      Daerah yang dituju : terjadinya kenaikan kepadatan penduduk, kepadatan lalu lintas emningkat, munculnya permukiman kumuh dan pedagang kaki lima, berkurangnya lapangan pekerjaan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar