A.
Komposisi Penduduk
1.
Fungsi Komposisi Penduduk berdasarkan umur
dan Jenis Kelamin
a. Untuk dasar perencanaan pembangunan
b. Untuk memperkirakan lapangan kerja yang
dibutuhkan
c. Untuk memperkirakan jumlah kelahiran pada
tahun yang akan datang.
d. Untuk menghitung rasio jenis kelamin (sex ratio)
Jika hasilnya > 100 maka
jumlah penduduk laki-laki lebih besar
Jika hasilnya < 100 maka
jumlah penduduk perempuan lebih besar
Jika hasilnya = 100 maka
jumlah penduduk laki-laki dan perempuan seimbang
e. Untuk menghitung angka beban
ketergantungan (dependency ratio)
Dalam komposisi penduduk menurut umur, penduduk dibagi menjadi
3 yaitu :
1) kelompok umur muda (≤ 14 tahun) ------à usia tidak produktif
2) kelompok umur dewasa (15-64 tahun) -----à Usia produktif
3) kelompok umur tua (≥ 65 tahun) -------à usia tidak produktif
f. Untuk menggambar piramida penduduk
Bentuk Piramida Penduduk :
1) Berbentuk segitiga (negara berkembang)
Menggambarkan sebagian besar
penduduknya berada pada kelompok umur muda atau berciri ekspansif. Contoh :
Indonesia
2) Bentuk sarang tawon (negara maju)
Bercirikan konstruktif yaitu
tingkat kelahiran dan kematian yang rendah. Contoh eropa
3) Bentuk segiempat (negara statis)
Angka kelahiran rendah atau
bersifat statis. Contoh : Jepang, Singapura.
B.
Pertumbuhan penduduk
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
adalah tingkat kelahiran, kematian dan
migrasi penduduk.
1.Tingkat Kelahiran
a. CBR (Crude Birth Rate) : Angka kelahiran kasar yaitu penentuan kelahiran bayi tanpa memandang
golongan dan umur.
Keterangan :
B : Jml kelahiran selama 1
tahun
P : Jumlah penduduk pada
pertengahan tahun
K : Konstan 1000
b. GFR (Growth Fertility Rate) : Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per
1000 penduduk wanita usia produktif dalam 1 tahun.

c.
ASFR (Age
Spesific Fertility Rate) : Angka kelahiran menurut kelompok umur.
Keterangan :
ASFR : Angka kelahiran menurut kelompok umur X tahun
Bx : jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur X tahun selama setahun
Px : Jumlah penduduk wanita kelompok umur X tahun
2.Tingkat Kematian
a. CDR (Crude death rate atau angka kematian kasar) : Menunjukkan jumlah orang yang mati dalam setiap
1.000 penduduk di suatu wilayah.
Keterangan :
CDR : angka kematian kasar
D : Jumlah kemtian dalam setahun
P : Jumlah penduduk
Catatan :
1) Angka kematian kasar negara berkembang
CDR > 20 jiwa per 1.000
penduduk berarti angka kematian kasar tinggi
CDR 10- 20 jiwa per 1.000
penduduk berarti angka kematian kasar sedang
CDR < 10 jiwa per 1.000
penduduk berarti angka kematian kasar rendah
2) Angka kematian kasar negara maju
CDR > 18 jiwa per 1.000
penduduk berarti angka kematian kasar tinggi
CDR 14-180 jiwa per 1.000
penduduk berarti angka kematian kasar sedang
CDR < 14 jiwa per 1.000
penduduk berarti angka kematian kasar rendah
b.
IMR (Infant
Mortality Rate atau Angka kematian bayi) : : Angka kematian bayi setiap
1.000 kelahiran.
Keterangan ;
IMR : angka kematian bayi
D0 : Jumlah kematian bayi yang
berumur < 1 tahun
B : jumlah kelahiran pertahun
Catatan:
-
IMR < 35 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka
kematian bayi rendah
-
IMR 35 -75 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka
kematian bayi sedang
-
IMR 75 -125 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka
kematian bayi tinggi
-
IMR
> 125 jiwa per 1.000 kelahiran berarti angka kematian bayi sangat tinggi
c. ASDR (Age Spesific date rate atau angka kematian khusus) : Menunjukkan jumlah kematian penduduk
usia tertentu dari setiap 1.000 jiwa penduduk dalam satu tahun.
Keterangan :
ASDR : Angka
kematian kelompok umue X tahun
Dx : Jumlah kematian
kelompok umur X tahun
Px : Jumlah penduduk yang termasuk dalam kelompok umur X tahun
3.Migrasi
Jenis Migrasi :
a.
Migrasi Internasional (Migrasi Ekstern)
-
Imigrasi
-
Emigrasi
-
Remigrasi
b.
Migrasi Nasional (Migrasi Intern)
-
Transmigrasi
yaitu perpindahan penduduk yang diprakarsai dan diselenggarakan oleh pemerintah
dari daerah yang padat pendudutnya ke daerah yang jarang penduduk.. Jenis
transmigrasi :
1) Transmigrasi umum merupakan transmigrasi
yang dibiayai pemerintah mulai dari daerah asal sampai ke tujuan.
2) Transmigrasi Spontan : transmigrasi yang
dilakukan penduduk atas biaya, kesadaran, dan kemauan sendiri.
3) Transmigrasi Sektoral : Biaya ditanggung
bersama antara pemerintah asal transmigran dan pemerintah yang dituju
transmigan.
4) Transmigrasi Swakarsa : Seluruh biaya
ditanggung transmigran.
-
Urbanisasi
-
Jenis-jenis
Migrasi lain
1) Ruralisasi : kembalinya pelaku urbanisasi
ke daerah asal.
2) Forensen : penglaju yaitu orang bekerja di
kota tapi tinggal didesa.
3) Turisme : orang yang pergi ke tempat
wisata
4) Week End : perginya orang-orang kota untuk
mencari tempat yang udaranya sejuk ke luar kota di akhir minggu.
5) Evakuasi : pindahnya penduduk karena
gangguan alam.
C.
Menghitung Pertumbuhan penduduk
1. Pertumbuhan penduduk alami ( selisih
antara kelahiran dan kematian)
2.
Pertumbuhan penduduk total
Keterangan :
Pt : Pertumbuhan penduduk total
L : angka kelahiran dalam 1 tahun
M : angka kem,atian dalam 1
tahun
I : penduduk yang masuk
(imigrasi)
E : penduduk yang keluar
(emigrasi)
3.
Proyeksi penduduk
Keterangan :
Pn : jumlah
penduduk setelah n tahun ke depan
R : angka
pertumbuhan pewnduduk
n : jangka waktu
dalam tahun
D.
Dampak dinamika penduduk
1. Pertumbuhan penduduk yang tinggi :
a.
peningkatan pengangguran
b.
Meningkatnya kemiskinan
c.
Penurunan tingkat kesehatan
d.
Menurunnya tingkat pendidikan
e.
penurunan kesejahteraan
f. peningkatan kebutuhan pangan dan tempat
tinggal
2.
Mobilitas penduduk
Dampak positif :
a. Daerah yang ditinggalkan : Berkurangnya
jumlah penduduk, Berkurangnya jumlah pengangguran.
b. Daerah yang dituju : Jumlah tyenaga kerja
meningkat, Terjadinya akulturasi budaya
Dampak Negatif :
a. Daerah yang ditinggalkan : Berkurangnya
jumlah tenaga kerja muda dan penggerak pembangunan, stabilitas keamanan menurun,
Berkurangnya tenaga penggarap sawah.
b. Daerah yang dituju : terjadinya kenaikan
kepadatan penduduk, kepadatan lalu lintas emningkat, munculnya permukiman kumuh
dan pedagang kaki lima, berkurangnya lapangan pekerjaan.